MEDAN – Harga gas tabung/elpiji di pasaran Kota Medan dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan siginifikan mencapai 10 persen dari harga sebelumnya. Tersendatnya pasokan dari distributor menjadi alasan para pedagang dalam menaikkan harga gas.
Suhatman, salah seorang pedagang elpiji di Pasar Petisah Medan mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir pasokan gas dari distributor maupun para agen ke pedagang pengecer mengalami hambatan.
Untuk gas elpiji ukuran 3 kg misalnya, pasokannya kini mengalami pengurangan hingga 50 persen dibanding biasanya. Akibatnya, pedagang terpaksa menaikkan harga jual.
“Pasokan elpiji tersendat dari distributor. Kalau biasanya kita mendapat jatah pasokan untuk gas elpiji 3 kg sebanyak 500 tabung perhari, saat ini jatah pasokan kita dikurangi menjadi 500 tabung per 3 hari sekali. Mau tak maulah kita pedagang eceran juga menaikkan harga jual elpiji ini,” katanya kepada MedanMagazine, Jumat (27/1/15).
Disebutkannya, biasanya pasokan 300 tabung yang diterimanya terjual dalam satu hari. Untuk menutupi kebutuhan, Suhatman menyiasatinya dengan mengambil pasokan dari agen lainnya, meski harus membayar lebih tinggi.
Menurut Suhatman, kini ia menjual gas elpiji 3 kg sebesar Rp 15.000 per tabung. Sedangkan untuk pedagang pengecer, harga dinaikkan sebesar Rp 1.000 atau menjadi Rp 14.500 per tabung.
Sebelumnya, saat pasokan lancar, gas tabung 3 kg dijual seharga Rp 13.500 per tabung. Sedang untuk elpiji ukuran 12 kg harga sebelumnya Rp 75.000 kini menjadi Rp 85.000 per tabung.
Diperkirakan, kenaikan harga ini masih berlanjut hingga beberapa pekan karena pasokan gas elpiji dari distributor masih tersendat.
Pedagang lain di kawasan Jalan Juanda, Gandi, mengakui hal serupa. Menurutnya, pasokan pasokan gas elpiji dari agen kepadanya juga dibatasi. “Kalau biasanya dalam dua hari sekali saya mendapat pasokan kini menjadi tiga hingga empat hari sekali. Jumlahnya juga dikurangi,” kata Gandi. (Muhammad Isya/misya@medanmagazine.com)












